Skip to main content

mengunjungi Candi Merak Karangnongko Klaten

Candi Merak Karangnongko Klaten. Berawal dari ajakan seorang rekan pada sebuah group wa Blogger Klaten, saya berkesempatan untuk mengunjungi Candi Merak awal bulan Januari lalu. Sebenarnya jarak tempat tinggal saya dengan Candi Merak tidak terlalu jauh. Berkisar antara 6-7 km dan masih satu Kecamatan dengan Candi Merak yakni di Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten. Namun karena saya tiap hari kerja di Yogya dan sangat jarang sekali ada keperluan ke daerah Karangnongko, maka saya tidak terlalu mengetahui perkembangan pemugaran Candi Merak dan perkembangan Kecamatan Karangnongko saat ini. Terakhir saya mengunjungi Candi Merak tahun 2011 dan pada saat itu Candi Merak sudah selesai dalam tahap pemugaran untuk bangunan utamanya.

Candi Merak merupakan Candi berlatar belakang agama Hindu dan berlokasi di desa Merak, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Lokasinya di tengah-tengah pemukiman warga sehingga sedikit sekali orang yang mengetahui keberadaan candi ini. 


Rute menuju candi Merak Karangnongko Klaten

Dari arah jalan Yogya-Solo, kita menuju ke pabrik gula Gondangwinangun. Pertigaan di timur pabrik Gula ambil jalan ke utara arah ke obyek wisata alam Deles Indah. Sampai di pertigaan Basin, ambil arah ke kanan sampai menemukan percabangan jalan ( bila ke kanan kita ke arah kota klaten ) kita ambil jalan yang ke kiri yakni ke arah pemandian Pluneng. Setelah itu ikuti jalan tersebut lurus ke utara ( kurang lebih 4 km ) sampai menemukan pertigaan. Kita ambil arah ke kiri yakni ke arah Kecamatan Karangnongko. Apabila rekan-rekan menemukan SMP Karangnongko di sisi kiri berarti rekan-rekan di jalur yang benar. Sampai di Kecamatan Karangnongko, kita menuju ke lapangan Koni. Letak Candi Merak di sebelah utara lapangan Koni yakni di tengah-tengah desa Merak.

Beberapa orang menyebut Candi Merak sebagai Candi Karangnongko. Hal tersebut tidaklah tepat. Mengingat Candi Karangnongko sendiri berbeda dengan Candi Merak meskipun keduanya masih dalam satu wilayah Kecamatan yang sama yakni Kecamatan Karangnongko. Candi Karangnongko sendiri berlokasi cukup jauh dari Candi Merak dan saat ini belum dipugar. Terletak di tengah-tengah area persawahan dan tampak berupa tumpukan bebatuan yang tidak beraturan.

Kembali ke Candi Merak Klaten, saya bersama dengan 2 orang rekan saya mengunjungi Candi ini setelah pulang dari kawasan wisata alam Deles Indah. Sebagai warga Klaten, rasa-rasanya saya sangat jarang mengunjungi tempat wisata baik itu wisata sejarah maupun wisata alam yang berada di Kabupaten Klaten. Beberapa orang hanya mengetahui Umbul Ponggok, Rowo Jombor, Candi Plaosan ( meskipun beberapa beranggapan candi Plaosan masih dalam wilayah DIY ) dan Candi  Sojiwan sebagai tempat wisata di Kabupaten Klaten. Padahal di Kabupaten ini ada cukup banyak tempat wisata menarik yang belum terlalu terekpose, salah satunya Candi Merak.

Sampai di Candi Merak Klaten, kami mendapati pintu masuk Candi dalam keadaan tertutup meskipun tidak terkunci. Sepertinya penjaga Candi tersebut sengaja membiarkannya tidak terkunci untuk mempersilahkan pengunjung yang datang ke Candi ini masuk ke dalam area candi.

" Masuk saja mas, gak papa "

Itulah teriakan salah satu anak-anak yang saat itu bermain di lokasi Candi Merak Klaten. Memang lokasi Candi Merak berada di tengah-tengah pemukiman warga, namun pemukiman di daerah ini termasuk pemukiman yang sepi orang yang berlalu lalang, sehingga kami agak ragu untuk masuk ke dalam area Candi karena tidak ada penjaga yang mempersilahkan.


Candi Merak Karangnongko Klaten
anak-anak yang bermain di area Candi Merak


Teriakan anak tersebut ternyata diiringi dengan celoteh beberapa anak kecil lainnya berlari arah pintu masuk, mereka membuka pintu lalu masuk ke dalam candi. Tiba-tiba beberapa anak tersebut sudah berada di bagian atas candi tepatnya di depan patung Ganesha yang nampak terpasang di tengah-tengah bagian dari Candi Merak. Beberapa anak itu sudah akrab sekali dengan area ini dan menjadikan tempat ini sebagai tempat bermain mereka. Kamipun masuk ke dalam area Candi dan berkesempatan melihat-lihat area di sekitar Candi Merak.


Sejarah Candi Merak Karangnongko Klaten


Informasi yang berhasil saya dapatkan bersumber dari papan informasi di area Candi Merak. Candi Merak dibangun dengan gaya arsitektur periode abad ke IX masehi. Keberadaan Yoni di bilik utama dan arca Ganesha di relung sisi timur, arca Agyasta di relung sisi selatan dan arca Durga di relung sisi utara menunjukkan bahwa Candi Merak merupakan Candi dengan corak agama Hindu. Upaya penelitian tentang Candi Merak sudah dimulai sejak jaman pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia yakni sejak tahun 1936. Pada jaman itu, upaya pemugaran candi berhasil memugar sampai dengan kaki Candi Merak. Selain itu juga sudah ada upaya untuk melakukan percobaan menyusun bagian kaki, tubuh dan atap dari Candi. Pra pemugaran Candi Merak baru dilakukan pada tahun 1985 oleh pemerintah Indonesia dengan cara pengumpulan batu, pendokumentasian dan pencocokan batu. Selanjutnya pada tahun 2008 pemugaran dilakukan dan baru selesai pada tahun 2012.

Struktur Candi Merak 

Komplek Candi Merak dibagi menjadi satu induk dan 3 candi perwara. Candi perwara sendiri berada di sisi timur dari Candi induk dan menghadap ke sisi barat. Candi Merak Klaten memiliki ukuran panjang 8,86 meter, lebar 13,5 meter sedangkan tinggi 12 meter. Pemugaran Candi Merak dilakukan oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah dengan dana APBD Propinsi Jawa Tengah. Bagian tubuh dan bagian kaki Candi sudah selesai dipugar pada tahun 2007 dan 2010 sedangkan bagian atap candi selesai dipugar tahun 2011.    

Bagian perwara yang belum dipugar


Komplek Candi Merak Klaten memang tidak terlalu luas. Mengunjungi Candi ini mengingatkan saya pada Candi Sukuh yang berada di Kabupaten Karanganyar tahun 2015 lalu. Komplek yang tidak terlalu luas dengan disertai Candi Candi kecil sebagai Candi Perwara. Candi induk tampak berdiri tinggi menjulang namun tidak untuk ketiga perwara yang berada di sisi timur. Bagian perwara tersebut terlihat dalam kondisi yang rusak dan belum dipugar. Balok-balok batuan andesit nampak bertumpukan menjadi 3 bagian yang terpisah. Terdapat sebuah patung binatang di tengah tumpukan batuan tersebut, patung binatang yang sudah tidak utuh lagi terlihat dari bagian kepala yang sudah tidak ada lagi.

Candi Merak Karangnongko Klaten
Patung Ganhesa yang berada di bagian tengah Candi Merak


Karena rasa penasaran kami, kamipun masuk ke bagian dalam Candi Merak. Di bagian dalam Candi Merak terdapat beberapa relung kosong. Jika tidak salah terdapat 3 relung yang berada di bagian dalam Candi Merak. Biasanya di beberapa Candi yang pernah saya singgahi, seperti Candi Plaosan  yang berada di sisi utara Candi Prambanan, relung ini digunakan sebagai tempat untuk meletakkan arca. Namun saat ini tinggal tersisa ruangan yang kosong tanpa adanya arca-arca yang dimaksudkan. Selain bisa masuk ke bagian dalam Candi kita juga bisa naik ke bagian tengah dari Candi Merak, yakni sampai di bagian depan arca Ganhesa. Arca tersebut nampak sudah rusak di beberapa bagian yakni di bagian kedua tangan dan kepalanya yang sudah putus. Selain arca ganhesa kita juga dapat melihat relief-relief yang berada pada dinding Candi Merak. Beberapa relief juga terlihat sudah mengalami kerusakan namun kita masih dapat melihat bentuk utama dari relief tersebut.

Candi Merak yang sudah tidak ada burung meraknya lagi


arca di bagian atas pintu masuk Candi Merak

Masih jelas dalam ingatan saya ketika saya berkemah di lapangan Koni yang terletak di sisi selatan dari Candi Merak Klaten. Saat itu Candi Merak dalam kondisi rusak dan belum dipugar seperti kita jumpai saat ini. Candi Merak seingat saya berlokasi di pinggir atau depan rumah seorang warga. Namun kini kondisinya sudah jauh berbeda, area Candi Merak tertata dengan sangat rapi dan terjaga kebersihannya. Mengutip dari beberapa sumber, Candi ini dinamakan dengan candi Merak bukan karena tanpa alasan. Pada jaman dahulu di area ini terdapat pohon Joho yang berukuran sangat besar. Karena sangat besar, pohon ini sering digunakan sebagai tempat bertengger dan tempat tidur burung merak, tidak tau bagaimana ceritanya burung-burung itu sampai di tempat ini. Namun karena tua pohon Joho ini tumbang dan akarnya menyebabkan beberapa arca yang telah lama terkubur di dalam tanah ikut tercabut keluar bersamaan dengan tanah disekitarnya. Setelah dilakukan penggalian lebih lanjut ditemukan situs candi di area tersebut. Oleh masyarakat sekitar Candi itu dinamakan sebagai Candi Merak karena dahulu tempat ini terdapat banyak burung merak. Namun jangan ditanya apakah saat ini terdapat burung merak atau tidak, karena itu sudah pada masa lampau. Yang tertinggal saat ini adalah beberapa ayam yang terlihat sedang mencari makan di area Candi Merak. " mungkin itu evolosinya merak " ujar virmanysah rekan saya yang saat itu mengunjungi Candi Merak.


Keunikan Candi Merak 


Candi Merak Klaten memang tergolong Candi dengan ukuran kecil, bahkan tidak ada sepersepuluh kawasan Candi Ratu Boko yang gagah berdiri di sisi selatan Candi Prambanan. Namun dengan ukurannya yang kecil bukan berarti Candi ini kalah menarik dibandingkan dengan candi-candi lainnya yang berukuran lebih besar terutama di wilayah Yogyakarta. Di beberapa bagian dari Candi Merak dapat kita jumpai relief-relief dan arca-arca yang berbentuk unik, seperti arca atau ornamen makara yang berbentuk ular dan terdapat pada pintu masuk sebelah timur, dan beberapa relief yang terpahat di dinding Candi Merak. Selain itu kawasan Candi yang masih asri dan tenang menjadikan kita leluasa dan puas mengambil beberapa gambar untuk keperluan dokumentasi pribadi.

Minimnya Promosi  


Saya, Mbak , Dwi Jayanti, mas Virmansyah  

Candi Merak Karangnongko sebagai salah satu destinasi wisata budaya khususnya di Kabupaten Klaten mungkin belum dikenal oleh masyarakat luas. Minimnya promosi terhadap wisata budaya di Kabupaten ini berdampak pada sedikitnya masyarakat yang mengetahui keberadaan Candi Merak dan berdampak sedikitnya pengunjung di Candi ini. Harapan saya Candi Merak dapat terus terjaga kelestariannya dan dapat menjadi salah satu wisata unggulan di Kabupaten Klaten dengan tetap menjaga nilai-nilai historisnya sebagai peninggalan kebudayaan agama Hindu. Semoga dengan artikel ini pembaca dapat tertarik untuk mengunjungi kawasan Candi Merak yang berada di Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten. yuk visit Klaten !!!.  
   
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar