Skip to main content
×

Pengalaman menggadaikan emas di pegadaian, prosesnya mudah dan cepat

Di kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang cara menggadaikan barang khususnya gadai emas di pegadaian. Saya memilih menggadaikan emas, bukan barang elektronik atau kendaraan bermotor karena gadai emas saya rasa cukup mudah dan praktis dibanding gadai kendaraan bermotor. .



Berawal dari kebutuhan yang mendesak yakni kebutuhan akan dana untuk renovasi atau lebih tepatnya "finishing" rumah baru. Dimana tabungan saya sudah benar-benar habis sedangkan proses renovasi tinggal 20% lagi. Maka atas persetujuan isteri saya nekat menggadaikan cincin pernikahan kami.

Awalnya isteri saya tidak setuju ketika saya berencana menggadaikan emas di pegadaian. Isteri saya menganjurkan saya untuk meminta pinjaman di tempat lain. Kekawatiran isteri saya adalah, dia takut, takut emasnya nanti tidak kembali, serta takut proses penebusan barang gadai yang berbelit-belit. Sedangkan barang yang saya gadaikan adalah barang yang sangat penting bagi keluarga kami.  Saya meyakinkan dirinya bahwa dari pengalaman teman-teman saya yang lain. Menggadaikan emas di pegadaian caranya mudah serta tidak berbelit-belit. Saya mengibaratkan bahwa menggadaikan emas di pegadaian sama saja dengan "titip barang" dengan membayar biaya gadai. Sedangkan nilai jual dari barang tersebut bisa kita gunakan untuk keperluan saat ini. Saya juga meyakinkannya bahwa pegadaian itu adalah salah satu BUMN milik pemerintah, sehingga akan jauh lebih aman dibandingkan dengan penyedia dana lainnya.

Akhirnya sayapun beroleh izin untuk menggadaikan emas di pegadaian. Setelah melengkapi persyaratan yang kira-kira nanti diperlukan, yakni KTP, KK dan surat-surat bukti pembelian emas. Sayapun bergegas ke pegadaian yang letaknya kurang lebih 5 KM dari tempat tinggal kami. Pegadaian yang saya tuju adalah kantor pegadaian di kecamatan Jogonalan yang letaknya tepat di sebelah timur pasar Kraguman. 

Terlihat saat itu kantor pegadaian tidak terlalu ramai oleh pengunjung. Setelah saya memarkirkan kendaraan saya, saya bergegas masuk ke dalam, setelah sebelumnya bertemu dengan security di tempat itu yang menanyakan tujuan saya. Saya menyatakan tujuan saya yakni gadai emas, dan menanyakan syarat-syarat yang diperlukan. Saya pun dipersilahkan untuk langsung menuju ke loket satu tanpa harus menunggu antrian. 

Di loket tersebut saya dilayani oleh pegawai, seorang bapak yang terlihat sudah paruh baya dan dibantu oleh beberapa mahasiswa praktek dari SMK. Saya mengisi form yang disodorkan sesuai dengan kartu identitas saya dan menyerahkan cincin emas yang saya bawa serta surat-suratnya. Setelah itu saya diperkenankan menunggu sebentar.

Sambil menunggu, saya sempat berbincang-bincang dengan seorang bapak yang kebetulan duduk di sebelah saya. Beliau datang, sama-sama untuk menggadaikan emas miliknya. " Kagem usaha mas, nembe mboten gadah arto " atau bila dirubah dalam bahasa Indonesia adalah " Untuk usaha, saat ini baru tidak punya uang " Itulah jawaban dari bapak tersebut setelah saya menanyakan tujuan beliau menggadaikan emas. Beliau menuturkan bahwa sudah biasa dia menjadikan pegadaian tempat untuk meminjam uang dikala kondisi mendesak. Pertimbangan beliau, dibandingkan dengan meminjam di bank pasar atau meminjam ditempat saudara lebih baik menggadaikan barang miliknya karena thanya meminjam dalam waktu dekat dan tidak perlu menyusahkan orang lain. Berbeda apabila kita meminjam uang di tempat saudara, mungkin ada perasaan tidak enak apabila kita meminjamnya sering dan dalam jumlah yang besar. 

Dari bapak tersebut saya juga belajar bahwa bila memiliki uang lebih, alangkah lebih baik bila kita berinvestasi emas daripada uang khususnya dalam bentuk perhiasan seperti kalung atau gelang dan bukan emas batangan. Hal itu dikarenakan emas dalam bentuk perhiasan memiliki harga taksir barang yang lebih tinggi. Hal tersebut mematahkan anggapan saya selama ini. Selama ini saya beranggapan bahwa investasi emas batangan lebih mengunntungkan dibandingkan perhiasan, ternyata hal tersebut kurang tepat.

Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya sayapun dipanggil. " Dua cincin, 3 juta rupiah mas, mau diambil sebagian atau sebagian ? kata petugas yang ada disana. Memang tidak menjadi kewajiban bagi kita untuk mengambil seluruh biaya taksir dari barang atau emas yang kita gadaikan, kita bisa memilih untuk mengambil sebagian atau seluruh biaya gadai barang yang menjadi milik kita. Karena saat itu saya sangat memerlukan biaya, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil seluruh biaya yang menjadi harga taksir dari perhiasan emas milik saya.

Saya lalu dianjurkan untuk antri di bagian kasir. Di bagian kasir saya hanya menunggu satu orang lagi untuk bisa dilayani. Saat itu ada seorang yang membawa uang sambil membawa kertas print out berwarna hijau. Pikir saya, orang itu mungkin akan menebus barang yang dia gadaikan. Tidak lama kemudian dia dipanggil oleh pihak kasir, dia alalu menyerahkan uang yang dibawanya. Terlihat petugas tersebut menghitung uang, lalu masuk ke dalam ruangan. Tidak lama setelah itu, petugas tersebut keluar dan membawakan sebuah BPKB kendaraan bermotor. "Uangnya pas ya pak, kendaraannya ada diluar, nanti di samping barat". Sahut pegawai tersebut sambil menyerahkan sebuah kertas seperti sebuah nota pembelian.  Rupa-rupanya orang tersebut datang untuk menebus kendaraan yang digadaikannya di pegadaian. 

Tidak menunggu beberapa lama, sayapun akhirnya dipanggil oleh pihak kasir. Dia mengkroscek ulang barang yang saya gadaikan yakni gadai dua perhiasan cincin emas 18 karat dengan berat 3.15 / 3.05 gram dengan biaya gadai 3 juta rupiah. Setelah dirasa benar, petugas tersebut menghitung uang untuk diserahkan kepada saya setelah menginformasikan bahwa terdapat biaya administrasi yang harus saya bayar sejumlah Rp.35.000;. Sayapun memilih uang tersebut diambilkan dari biaya gadai perhiasan milik saya. Total uang yang saya bawa pulang adalah sebesar Rp.2.964.000;. Dengan rincian biaya gadai Rp.3.000.000; serta dikenakan potongan Rp.35.000; untuk administrasi dan Rp.1.000; untuk asuransi.

contoh surat gadai emas
contoh surat gadai emas

Mengetahui bahwa saya baru pertama kali menggadaikan emas di pegadaian, dia menginformasikan bahwa jatuh tempo pelunasan adalah 4 bulan terhitung dari tanggal kredit. Biaya sewa modal atau bunga yang harus kita bayar adalah 1,2 % per 15 hari dan dari uang pinjaman tersebut bisa kita gunakan selama belum jatuh tempo pelunasan. Tanggal jatuh tempo pelunasan bisa kita lihat di print out kertas yang kita bawa pulang. Bilamana saat jatuh tempo kita belum mempunyai uang yang cukup untuk menebus emas milik kita, kita juga boleh memperpanjang dengan membayar bunga yakni 0,75% per 15 hari dan barang tersebut harus dicicil sebesar :
  • 20% dari uang pinjaman untuk barang elektronik atau gadget
  • 5 % dari uang pinjaman untuk barang gudang lain
  • 10% dari pinjaman untuk barang berupa kendaraan.
Selesai menghitung uang yang diserahkan kasir, sayapun berpamitan pulang. Pegawai kasir membawakan beberapa brosur untuk saya dan menjelaskan bahwa di pegadaian tidak hanya melayani gadai barang saja melainkan juga menyediakan layanan lainnya yakni kredit kendaraan bermotor baik itu untuk PNS dan karyawan tetap serta untuk pengusaha mikro.

Pengalaman saya gadai emas di pegadaian memang tidak ribet, dan prosesnya sangat cepat. Cukup membawa syarat yakni tanda pengenal, emas yang akan kita gadaikan beserta dengan surat-suratnya serta tidak memerlukan waktu yang lama, kurang dari 1 jam ( tergantug antrian ) kita sudah bisa mendapatkan biaya gadai yang bisa kita gunakan untuk keperluan mendesak. 8 Minggu setelah itu sayapun menyambangi kantor pegadaian bermaksud untuk menebus emas yang saya gadaikan. Kebetulan saat itu saya mendapatkan rejeki berupa penghasilan saya sebagai seorang publiser dari program pengiklanan google adsense dan mendapat uang dari usaha sampingan saya, Puji Tuhan proses penebusan barang juga tidak rumit. 

Dari pengalaman saya. Keuntungan menggadaikan kita emas di pegadaian adalah :
  1. Memiliki proses yang mudah, karena kita hanya membawa kartu tanda pengenal, emas beserta surat-suratnya  ke outlet pegadaian, hari itu juga kita sudah bisa mencairkan dana yang menjadi  uang pinjaman kita.
  2. Aman. Pegadaian adalah BUMN milik negara, sehingga tidak perlu khawatir akan tindakan penipuan. Menggadaikan emas di pegadaian sama halnya kita meminjam uang kepada negara, tentunya kita juga harus mentaati syarat dan ketentuan yang berlaku.
  3. Memiliki nilai gadai yang cukup tinggi. Nilai gadai emas di pegadaian saya rasa cukup tinggi yakni 85-95 %. Dengan biaya gadai itu, kita bisa menggunakannya untuk keperluan yang sangat mendesak atau bisa kita gunakan untuk modal kita dalam membangun usaha.
  4. Bisa dilakukan di semua Outlet pegadaian. Saat ini tersedia hampir 5.000 outlet pegadaian yang bisa kita temui di daerah sekitar kita dengan pelayanan yang sama.
  5. Pelunasan bisa dilakukan sewaktu-waktu tanpa harus menunggu jatuh tempo. Bilamana kita mempunyai cukup biay untuk 
  6. Tidak perlu membuka rekening. Keuntungan terakhir menggadaikan emas di pegadaian yakni kita tidak perlu membuka rekening. Jadi kita tidak perlu direpotkan bilamana kita tidak mempunyai rekening aktif yang bisa kita gunakan sewaktu-waktu.  
Mengingat mudahnya cara menggadaikan emas di pegadaian, kedepannya sayapun berencana untuk berinvestasi emas. Karena bilamana sewaktu-waktu saya memerlukan biaya, saya bisa menggunakannya dan menjadikan pegadaian sebagai tempat dimana saya bisa mendapatkan dana yang sifatnya mendesak tanpa perlu malu karena sepenuhnya biaya yang kita gunakan adalah biaya gadai barang milik kita sendiri. Sahabat, pembaca blog ini juga tidak perlu ragu apabila memerlukan dana yang mendesak dan dirasa perlu menggadaikan emas, kendaraan atau barang elektronik ke pegadaian. Karena prosesnya yang mudah dan dijamin aman.

Demikian pengalaman saya menggadaikan emas di pegadaian, semoga bisa memberikan sedikit gambaran bagi pembaca sekalian. Mungkin dari pemaca blog ini ada yang mau menambahkan ?
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar